Kamis, 14 Juli 2011

Segitiga Bermuda

Sejarah awal Pada masa pelayaran Christopher Colombus, ketika melintasi area segitiga Bermuda, salah satu awak
kapalnya mengatakan melihat
“cahaya aneh berkemilau di
cakrawala”. Beberapa orang
mengatakan telah mengamati sesuatu
seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi
tidak berfungsi dengan baik selama
berada di area tersebut. Berbagai peristiwa kehilangan di area
tersebut pertama kali
didokumentasikan pada tahun 1951
oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press. Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan
misterius yang menimpa kapal
terbang dan laut di area tersebut dan
menyebutnya ‘Segitiga Setan’. Hal
tersebut diungkit kembali pada tahun
berikutnya oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X. Tahun
1964, Vincent Geddis menyebut area
tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda
yang mematikan’, setelah istilah
‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah
yang biasa disebut. Segitiga bermuda merupakan suatu tempat dimana di dasar laut tersebut terdapat sebuah
piramid besar mungkin lebih besar
dari piramid yang ada di Kairo Mesir.
Piramid tersebut mempunyai jarak
antara ujung piramid dan permukaan
laut sekitar 500 m, di ujung piramid trsebut terdapat dua rongga lubang
lebih besar.