Sabtu, 25 Juni 2011

Virus ponsel

Virus ponsel adalah sejenis virus komputer yang menyebabkan aplikasi ataupun fitur ponsel tidak
dapat digunakan semestinya.
Kecanggihan ponsel hampir
mendekati teknologi komputer.
Ponsel juga telah menggunakan
sistem operasi terbuka sehingga aplikasi buatan pihak ketiga bisa
melengkapi kecanggihan dari fungsi
standar pabrikan. Sistem operasi
terbuka inilah yang akhirnya menjadi
celah bagi masuknya program jahat
seperti virus, worm, dan juga Trojan horse. Biasanya virus disamarkan dalam bentuk yang menarik seperti
game ataupun gambar. Supaya lebih
menarik lagi, permainan ataupun
gambar tersebut diselipkan kata-kata yang vulgar.[1] Perkembangan Virus yang dapat menyerang ponsel
dan PDA pertama kali ditemukan pada
tahun 2004 sekitar bulan Juli. Ahli selular menemukan software yang
mampu untuk berpindah dan juga
memperbanyak diri. Dengan
perantara Bluetooth. Virus ini dinamakan cabir.[2] Setelah itu mulai bermunculan virus lainnya seperti Commwarrior-A[3] yang menyusup pada game The Mosquitos. Lalu
muncul lagi virus ponsel yang dapat
mengirim MMS otomatis ke nomor
yang ada dalam inbox. Jenis-jenis virus yang dapat
merusak ponsel Worm Worm atau cacing adalah virus yang
bertempat tinggal pada memori
ponsel yang aktif dan bisa
menduplikasi dengan sendirinya.
Worm menyebar ke ponsel lain melalui
email, chatting, LAN, dan Bluetooth. Contoh Virus jenis worm ini adalah
Cabir. Cabir menyebar melalui koneksi
Bluetooth dan masuk ke dalam ponsel
melalui inbox. Saat kita mengklik file
sis tersebut dan menginstallnya , Cabir
mulai mencari mangsa baru ponsel dengan akses Bluetooth terbuka untuk menginfeksinya. Nama lain dari Cabir adalah SymbOS/Cabir.A[4], atau bisa juga dinamai Cabir.A,Worm atau bisa juga disebut virus Caribe[5]. Cabir akan mengaktifkan Bluetooth secara
periodik sekitar 15-20 menit sekali.
Tidak ada kerusakan file yang terjadi
apabila ponsel kita terkena virus ini
maka baterai akan cepat habis untuk
mencari perangkat Bluetooth lainnya. Untuk mencegahnya yang dapat kita
lakukan adalah matikan fitur
Bluetooth pada ponsel kita dan kita
hanya mengaktifkan kalau dibutuhan
saja. Selain Cabir salah satu jenis virus
worm lainnya adalah Commwarrior
yang menyebar melalui MMS dan
koneksi Bluetooth. Setiap tanggal 14,
ponsel akan me Reset dengan
sendirinya. Nama lain dari Commwarrior antara lain adalah SymbOS/commwarrior.a[6]. Commwarrior menyebar dengan cara
mengirim file yang menarik ke ponsel
kita. Salah satu cara untuk
mencegahnya adalah dengan tidak
menggunakan Bluetooth secara
sembarangan dan jangan menerima file yang tidak diketahui asal-usulnya Trojan Horse Trojan Horse adalah suatu program
jahat yang berpura-pura ramah.
Trojan dapat merusak program pada
ponsel. Trojan tidak dapat
menduplikasi dirinya seperti worm. Salah satu jenis dari Trojan adalah
Skulls dengan nama lengkap
SymbOS.skulls. Nama lain dari virus ini
adalah SKULLS.A. Skulls akan
mengganti sistem di dalam ponsel dan
menyebabkan ikon menu utama berubah menjadi gambar tengkorak.
Tidak hanya gambar yang diubah,
Skulls juga akan melumpuhkan
aplikasi yang ikonnya tadi diubah.
Jadi pada saat kita memencet ikon dari
aplikasi tersebut, maka akan muncul pesan sistem eror. Terdapat tiga jenis
skulls yaitu Skulls A, Skulls C, dan
Skulls H. Cara mencegahvirus ini
adalah dengan menolak menginstall
aplikasi ini dan selalu menutup
koneksi Bluetooth saat tidak dibutuhkan Salah satu jenis virus Trojan lainnya
adalah Doomboot. Virus yang
bernama lengkap
SymbOS.Doomboot.A.. Cara kerja dari
virus ini adalah dengan membuat file
korup dan setelah ponsel terinfeksi maka virus lannya akan ditempatkan
dalam ponsel kita. File yang korup tadi
akan membuat ponsel tidak dapat
melakukan booting. Virus ini masuk
ke dalam ponsel dengan seakan-akan
menyerupai game Doom versi symbian. Virus ini sangat pandai
menyaru, karena setelah ponsel
terinfeksi, tidak ada tanda apapun
bahwa ponsel telah terinfeksi virus.
Virus ini juga secara otomatis akan
menyebar melalui Bluetooth dan mengakibatkan konsumsi baterai
ponsel menjadi berlebihan sehingga
baterai cepat habis. . Doomboot akan
membuat ponsel tidak dapat
melakukan booting saat kita
memmatikan ponsel dan menyalakan kembali. Cara Penyebaran Virus Virus ponsel menyebar melalui media
berikut: bluetooth, infrared, Wi-Fi, dan kabel data serta internet. Ponsel semakin rawan dengan infeksi virus
dan ini dikarenakan handphone
sudah menjadi peranti canggih untuk
komunikasi data. Walaupun pemakaian handphone yang mampu
mengirim dan menerima file
(smartphone) masih terbatas, namun
hal ini harus tetap diwaspadai pada
masa-masa yang akan datang. Bagi
perusahaan yang karyawannya banyak menggunakan PDA phone [7] atau smartphone[8], maka ancaman virus bagi jaringan perusahaan
tersebut bisa semakin meningkat.
Untuk itu dibutuhkan keamanan yang
baik pada lingkungan perusahaan
tersebut. Penyebaran virus ponsel hampir tidak
bisa dikenali, berbagai cara telah
dilakukan dalam menginfeksi ponsel.
Pengguna ponsel bermemori besar
tentunya kerap melakukan transfer
data dari kartu memori ponsel ke komputer. Pengguna pun harus
berhati-hati melakukannya. Trend
Micro, sebuah perusahaan antivirus
asal Amerika Serikat mengumumkan
keberadaan virus ponsel yang mampu
menginfeksi komputer. Trend Micro mengungkap bahwa telah muncul
virus yang dinamai Symbos_cardtrp.A
Menurut peneliti di Trend Micro, virus
tersebut awalnya beredar di ponsel
berplatform Symbian Seri 60. Namun
saat ini telah berkembang dan memiliki potensi untuk menyebar ke
komputer yang beroperasi dengan
sistem Microsoft Windows. Seperti halnya virus ponsel lain, virus
Symbos_cardtrp.A memperbanyak diri
melalui bluetooth. Dua perangkat bergerak yang terpisah sejarak 10
meter, bisa berkomunikasi secara
nirkabel. Virus yang berhasil menulari
sasarannya kemudian menetap di
kartu memori yang ada di perangkat
bergerak. Melompat dari ponsel ke komputer adalah kemampuan
tambahan dari virus ini. Jika si
pengguna memasukan kartu memori
yang tertular ke slot kartu pada
komputer mereka, kartu memori yang
tertular tersebut berpotensi menularkan virus ke komputer,
kemudian akan menyebar ke
komputer lain. Jika berhasil
dieksekusi, virus kemudian
meluncurkan Worm_Wukill.B, yang
akan berusaha menyebar ke komputer lainnya. Virus ponsel yang bernama Cabir
tidak memiliki kemampuan merusak,
dan bekerja hanya pada ponsel-
ponsel cerdas (smart phones) yang
menjalankan sistem operasi Symbian
dan dilengkapi koneksi Bluetooth. Tidak seperti kebanyakan worm
komputer, Cabir tidak mengeksploitasi
kelemahan pada sistem operasi
Symbian. Ia mengeksploitasi jalan di
mana ponsel itu seharusnya bekerja.
Worm Cabir ditemukan pertama kali di bulan Juni 2004 setelah grup
internasional penulis virus 29A
mengirimkan sampel virus tersebut ke
sejumlah perusahaan antivirus. Worm Cabir mulanya dinyatakan tak
berbahaya sama sekali untuk sistem
operasi Symbian. Namun, worm
tersebut ternyata bisa menguras
tenaga baterai ponsel, terutama ketika
mencoba menginfeksi ponsel Bluetooth lain yang berada dalam
radius 30 meter. Selain Cabir, beberapa virus lain
seperti Duts telah menginfeksi peranti
mobile PocketPC. Sebuah backdoor
flaw bernama Brador ditemukan
dalam sebuah ponsel. Virus jenis
Trojan ini bisa membuka akses internet atau menelepon tanpa
sepengetahuan pemilik ponsel. Commwarrior menyembunyikan diri
dalam bentuk file dan mengirimkan
diri melalui MMS - multimedia
messaging service alias pesan
multimedia - yang biasa dipakai untuk
mengirimkan foto, nada dering, atau klip video di antara ponsel-ponsel
canggih (smartphones). Berbeda
dengan virus-virus ponsel lain,
Commwarrior dapat menyebar ke
semua ponsel canggih di seluruh
dunia. Kebanyakan orang akan tergoda untuk membuka
Commwarrior dibandingkan Cabir -
yang biasanya bertanya kepada
penerima apakah akan meng-"install
caribe?" lewat pesan dalam layar.
Alasannya, Commwarrior akan menyamar menjadi software dari
Symbian atau tawaran foto-foto porno
yang menggiurkan. Virus ponsel ini diketahui secara
misterius tidak seaktif yang diduga.
Selain itu Commwarrior diduga
memiliki feature misterius yang
mencegahnya menyebar cepat. Ia
seolah-olah sedang tidur dan menunggu saat untuk menyerang. Pencegahan Antisipasi sejak dini perlu dilakukan
agar wabah virus tidak menyerang ke
ponsel. Sekali terkena virus, akan
berakibat fatal. Bisa jadi virus tersebut
akan menghapus nomor telepon dari
daftar nomor telepon. Atau virus dapat pula mengakses internet secara
otomatis tanpa disadari sehingga
akan 'menyedot' biaya pulsa secara
cepat. Semua gerak-gerik penyebaran
virus harus dicegah terutama pada
media yang ia gunakan untuk menginfeksi.[9] Matikan Bluetooth Pertukaran data, baik dalam bentuk
dokumen, lagu, maupun gambar
melalui bluetooth berpotensi besar
adanya serangan virus. Media ini
memang sangat membantu dalam
melakukan pertukaran data antar ponsel. Namun sangat berbahaya pula
jika lupa mematikan fasilitas tersebut.
Untuk mencegah virus melalui media
ini, pastikan telah mematikan fasilitas
ini. Matikan Infrared Sama halnya dengan bluetooth,
infrared juga berpotensi besar sebagai
media penyebaran virus ponsel.
Umumnya jarak maksimal komunikasi
melalui infrared lebih pendek
dibandingkan bluetooth. Dan data yang ditransfer pun relatif kecil. Maka
fitur ini harus segera dimatikan jika
sudah tidak digunakan lagi. Non-aktifkan Wi-Fi Pertukaran dokumen melalui media ini
juga berpotensi besar terinfeksi virus.
Memang masih perbatas pada ponsel
cerdas (smartphone) yang memiliki
fasilitas ini, sehingga penyebaran
melalui media ini tidak sebesar melalui bluetooth maupun infrared. Namun
jika ponsel tersebut berfungsi sebagai
modem akan lain ceritanya. Seperti
diketahui, internet merupakan sumber
segala jenis virus. Apabila ponsel
dihubungkan ke komputer dan berfungsi sebagai modem maka virus
maupun trojan akan cepat menyusup
ke ponsel yng digunakan. Sebaiknya
memasang antivirus terlebih dulu
pada ponsel sehingga penyebaran
virus dapat deteksi. Cable Data Sama halnya dengan Wi-Fi, media ini
merupakan sarana paling efektif
sebagai penyebaran virus. Pasalnya,
ponsel secara langsung terhubung
dengan komputer ketika melakukan
transfer data. Memang, dengan cable data proses transfer akan lebih cepat
dan efektif dibandingkan dengan
media lain. Hati-hati jika menginstal
game, theme, maupun nada dering.
Bisa jadi aplikasi tersebut telah
disusupi virus. Umumnya, virus mengelabui mangsanya dalam bentuk
yang disukai masyarakat seperti
gambar-gambar menggiurkan. Segera
nonaktifkan sambungan komputer
jika telah selesai mentransfer data. Hati-hati koneksi ke Internet Oleh karena teknologi ponsel hampir
mendekati komputer, kegiatan yang
berhubungan erat dengan internet
dapat pula dilakukan dengan ponsel
seperti penerimaan email, chatting,
pengunduhan nada dering, musik, aplikasi, maupun menginstalasi
aplikasi secara daring. Hal inilah yang
memicu tersebarnya virus ponsel
secara cepat. Apabila ponsel tidak
dilengkapi dengan antivirus, jangan
coba-coba melakukan koneksi ke jaringan internet melalui ponsel jika
tidak ingin terinfeksi virus. Meskipun
hanya sebatas chatting atau menerima
email. Spam dan virus akan menyusup
melalui sarana tersebut. Antivirus ponsel Serangan virus yang sulit untuk
dihindari, memacu perusahaan
pengembang software untuk
membuat antivirus yang tepat.
Beberapa contoh antivirus ponsel
antara lain adalah: SimWorks antivirus Antivirus ini cukup ampuh melawan
beberapa virus yang menyerang
ponsel seperti Cabir A, Cabir B, Cabir C,
Trojan the Mosquitos dialer, Trojan
skulls, Trojan Locnut, dan lain-lain.
Aplikasi ini dibuat untuk ponsel symbian seri 60 dan UIQ. Seperti nokia
6600, Sony Ericson P900 dan
sebagainya. Kemampuan SimWorks antivirusantara
lain: Memindai file dan pesan secara
realtime ketika masuk ke ponsel
untuk mencegah terjadinya infeksi
lanjutan Dapat digunakan secara manual
jika kita kurang yakin dengan
kondisi file dalam ponsel kita Melakukan scanning secara
otomatis dalam interval waktu
tertentu sesuai dengan keinginan
kita. Aktif secara otomatis saat ponsel
dinyalakan. Menampilkan log hasil scanning Terintegrasi dengan server untuk
dapat melakukan update definisi
virus bila ditemukan virus jenis
baru yang bisa diatasi Bisa ditransfer ke ponsel lain. Kaspersky Antivirus Mobile Kaspersky adalah perusahaan
antivirus dari Rusia. Pada awalnya,
pada tahun 2004 mereka berhasil
mendeteksi dan menghilangkan virus
di ponsel bersistem operasi Symbian
dan juga windows. Virus yang dapat mereka atasi adalah jenis Trojan dan
juga worm. Kemampuan Kaspersky antivirus
antara lain adalah: Mengeluarkan bunyi ketika virus
terdeteksi Scanning otomatis terhadap file
yang masuk ke ponsel Scanning manual bagi pengguna
ponsel Menampilkan log hasil scanning Update via GPRS F-Secure Mobile antivirus Aplikasi ini dibuat oleh perusahaan
asal Finlandia. Khusus untuk ponsel
mereka bias mengatasi Cabir, Trojan
Dialer, dan Commwarrior. Kemampuan
F-secure antivirus antara lain adalah: Scanning realtime terhadap virus
yang mencoba untuk masuk Update database virus hasil riset F-
secure melalui koneksi HTTPS Deteksi virus otomatis terhadap
koneksi data untuk koneksi Over
The air Update aplikasi otomatis Pendataan jenis virus yang
ditemukan secara digital ke system
database F-secure t Symantec Mobile Security for
Symbian Perusahaan pembuat software ini
merupakan market leader di kelasnya.
Anti virusnya yang terkenal adalah
Norton. Dengan antivirus ini, ponsel
tidak hanya dapat terlindung dari
virus saja tetapi juga koneksi nirkabel yang tidak dapat dipercaya. Setiap dua
tahun sekali akan di update
produknya. Kemampuan antivirus Symantec: Mendeteksi dan menghapus secara
otomatis virus dan kode malware
lainnya Memiliki monitor firewall built in
terhadap komunikasi LAN/WAN
dan memblokir file yang dicurigai Melindungi sejak pertama kali
terinstall, secara otomatis
menghidupkan proteksi antivirus
dan menutup port yang dapat
ditembus oleh virus. Mudah digunakan Proteksi real time terhadap SMS,
EMS, MMS yang memiliki kode
berbahaya. Scanning manual sesuai keinginan
pengguna Menginformasikan kepada
pengguna dengan sistem alert
akan munculnya virus, update
terbaru dan ketika layanan hampir
kadaluarsa